TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Memiliki putra berkebutuhan khusus bukanlah yang harus disesali oleh Rudi Purwono. Putra keduanya bernama Vincent Prijadi Purwono dinyatakan secara medis menyandang autis. Kendati memiliki keterbatasan, Vincent membuktikan diri punya bakat luar biasa di bidang seni lukis.

“Kalau saya ngomong anak kebutuhan khusus ada keunggulannya ya itu memang kayak gini ini, kita sebagai orang tua ya hanya membimbing,” ujar Rudi.

Rudi Purwono memberi semangat pada putranya untuk mengasah dan mengarahkan bakat yang dimiliki putranya.

“Bakat melukis Vincent terlihat sejak Juni tahun lalu, saat ia duduk di kelas 2 SMP,” ujar Rudi Purwono saat ditemui dalam acara seminar entepreneur Langkah Awal Memberdayakan Remaja Hingga Dewasa Autisme di Shangri-La Hotel Surabaya pada Senin (2/4/2018)

 

 

 

Rudi menceritakan sempat terkejut melihat karya Vincent mengikuti pelajaran melukis di sekolah.

“Lukisannya itu beda dengan yang lain, ada gradasi warnanya,” cerita ayah Vincent.

Melihat hasil karya anaknya membuat Rudi berdiskusi dengan Torando Rodina selaku shadow Teacher (guru pembimbing) Vincent untuk mendalami bakat putranya. Torandopun menyarankan Rudi untuk memanggil guru lukis untuk Vincent.

Saat guru lukis Vincent mulai mengajar melukis bocah berusia 14 tahun tersebut, ia terkejut melihat ide-ide lukisan yang sangat luar biasa. Dalam delapan bulan Vincent sudah bisa menghasilkan 20 karya lukisan, 12 lukisan kecil dan 8 lukisan besar.

“Lukisan Vincent sudah ada yang laku terjual Rp 5 juta, waktu itu Vincent menggambar apel dalam plastik, dan itu sangat realis,” ujar ayah Vincent.

Rudi juga mengungkapkan putranya sangat menyukai kereta api. Terlihat beberapa lukisan Vincent yang terpajang saat acara di hotel Shangri-La Surabaya bergambar kereta api. Rudi Purwono juga mengungkapkan Vincent rencananya akan mengadakan pameran karya lukis untuk putranya dalam waktu dekat.

Saat ditanya, Vincent mengatakan memang sangat menyukai dengan kereta api. Ia sempat menunjukkan video di laptopnya saat menggambar di Stasiun Gubeng bahkan saat ia menghabiskan waktu di sekitar stasiun.

“Ini saya menggambar di Stasiun Gubeng, menggambar kereta,” ujar Vincent.

Vincent juga mengaku menggambar anjing kesayangannya yang bernama Moca. Disela-sela istirahat saat melukis Vincent biasanya mengisi waktu dengan bermain game.

 

Source: Tribunnews